banner 728x250

Akibat hujan lebat, 2 Lingkungan di Kelurahan Sentang terendam banjir

  • Bagikan
Terlihat warga melintasi banjir
banner 468x60

VALITO.ID | ASAHAN | Hujan deras yang mengguyur daerah Kelurahan Sentang Kecamatan Kisaran Timur kabupaten Asahan, Rabu (8/7/2020) sore, membuat 2 lingkungan terendam genangan air, yaitu Lingkungan 6 dan 8, sedikitnya 200 unit rumah warga dan 1 masjid yang berada di Jalan Langsat terendam genangan air setinggi betis orang dewasa.

Pantauan VALITO.id, bahwa luapan air dikarenakan tersumbatnya saluran drainase masyarakat yang kurang memperhatikan kebersihan, serta kurang bergeraknya para kepala lingkungan bersama masyarakat untuk secara bersama membersihkan lingkungan.

banner 336x280

Menurut analisis warga, bahwa musibah alam tersebut lantaran ketidak pedulian para aparatur kelurahan yang terus duduk manis di kantor sibuk dengan aktivitas yang tidak pasti.

Salah satu warga setempat, Sri menuturkan, bahwa baru kali ini dirinya merasakan rumahnya kebanjiran.

(Banjir menggenangi rumah dan pekarangan warga.)

“Rumah saya tergenang air masuk di dalam rumah dan heran melihat bangunan parit di bangun, tapi buntu gak ada tembusannya, bangunan hanya mengejar proyek semata, tapi susah di rakyat kayak kami ini,” keluh Sri.

Di lain tempat, adalah Juli, warga Lingkungan 6 Jalan Markisa Kelurahan Sentang merasa sedih melihat halaman depannya tergenang air, seraya berharap, agar Pemerintah Kabupaten Asahan tahu dan melihat apa yang dirasakan warga saat ini.

“Di jalan ini pak, karena rendah, jadi langganan banjir, ada paritnya pun, bangunannya sudah hancur. Mudah-mudah pemerintah membangun saluran yang permanen, biar gak jadi langganan banjir didepan rumah saya,” kata Juli kepada awak media.

Kepala Lingkungan 8, Kasiwan hanya bisa diam dan pasrah mendengar beberapa tanggapan dan kritis masyarakat, seraya terus membersihkan sampah dengan dibantu warga, agar air mengalir dan terbuang ke sungai untuk mengantisipasi kalau terjadi banjir susulan, tatkala hujan menyerang pada malam hari yang kemungkinan lebih deras lagi.

Pada saat banjir terjadi di lokasi, tidak terlihat pihak pimpinan kelurahan. Masyarakatpun merasa kecewa, karena kepala lingkungan mereka hanya PLT, yang sementara di jabat oleh pegawai lurah tidak hadir bersama warga.

Pewarta: Satria Bakti
Editor: Arif

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan