banner 728x250

Adakah Manusia memelihara “Anjing” ?

  • Bagikan
banner 468x60

Anjing adalah salah satu hewan yang sangat patuh pada Manusia. Anjing merupakan hewan yang memiliki jiwa sosial sama halnya dengan manusia, Anjing juga memiliki sifat atau pola hidup layaknya manusia. Kedekatan antarspesies pun kesetiaan dan persahabatan yang dimiliki anjing semakin mendekati konsep hidup manusia tentang cinta dan persahabatan. Meskipun sudah menjadi naluri hidup hewan ini sebagai hewan kelompok.

Tak ayal lagi karena kesetiaannya, jenis hewan ini kerap kali dijadikan Manusia sebagai hewan peliharaan. Tujuan memelihara anjing pun berbeda-beda, ada yang memanfaatkannya untuk menjaga rumah, kebun, atau bahkan peternakan. Namun beberapa orang ada juga yang memilih Anjing untuk dijadikan sahabat, juga bagian dari keluarga. Tidak jarang pemilik Anjing memberikan nama yang unik untuk panggilan hewan peliharaan nya itu, seperti zeki, belo, mamut dll.

banner 336x280

Keluargaku pun dulunya memiliki seokor Anjing berwarna hitam. Ibu saya memberi nama Jeki, beliau (ibu) menceritakan nama itu terinspirasi dari sebuah film perdana yang diperankan oleh aktor asal cina yang dikenal sebagai jekijen kala itu. Menurutnya julukan yang menceritakan tentang sosok yang tangguh,  kuat dan berani hingga rela berkorban mengabdi untuk bangsanya, hingga tak salah ibuku berharap demikian dengan jeki kami.

Jeki senantiasa menjaga rumah dan sering mengekori ayah pergi kemana saja. Sampai akhirnya Jeki mengalami kecelakaan saat hendak menyeberang jalan. Yang membuatku kagum adalah setelah kematiannya sampai saat ini kesetiaan dan kepatuhan Jeki masih dikenang dikeluargaku.

Yah,  itu hanya cerita singkat,  sebagai ilustrasi untuk bisa dipahamkan oleh kalian yang sedang membaca artikel ini,  tentang bagaimana pengabdian seekor anjing pada majikannya. Hingga ia dikenang sampai saat kami lupa,  haha..

Sifat seekor anjing yang patuh memang membuat sebagian orang nekad memilihnya untuk dijadikan sebagai hewan peliharaan. Menurut ilmuwan anjing memiliki sifat-sifat yang cenderung mendekati konsep hidup manusia. Berikut ini beberapa sifat yang dimiliki anjing.

  1. Anjing memiliki naluri yang tajam.
  2. Setia dan patuh kepada majikannya
  3. Agresif terhadap orang yang tidak dikenal
  4. Selalu ingin mendapat perhatian oleh majikannya
  5. Memiliki kebiasaan menjulurkan lidah dan,
  6. termasuk kategori hewan penjilat

Ah, mirip bukan dengan karakter si anu, upss..

Namun, ada beberapa hal yang membuat sebagian besar dari kita tidak ingin memelihara atau bahkan menyentuh Anjing. Diantaranya adalah ia terlalu menakutkan bagi beberapa orang, menjijikan, dan air liur hewan ini “haram” bagi umat muslim.

Manusia mempunyai sifat (seperti) Anjing

Jika kita menyimak paparan diatas mengenai karakter dan sifat seekor Anjing, ternyata memang sangat mirip sekali dengan prilaku dan keseharian “manusia”. Jelas kita tahu bahwa hampir tak ada yang membedakan antara keduanya

Kecuali pada bentuk tubuhnya plus Akal yang ada pada manusia. Namun demikian,  kebaikan bentuk itu rupanya tidak menjamin kebaikan budi, perangai terlebih akhlak sang manusia. melihat kondisi prilaku sebagian manusia sekarang, beberapa orang diantaranya mungkin sudah kehilangan Akal (Iman). Sehingga cenderung mengambil sifat kebinatangan hingga menyerupai karakter hewan tersebut.

Tak hayal, pada sebagian manusia ada yang berperilaku layaknya seperti seekor Anjing yang patuh pada siapapun yang memberinya makan.  Walaupun orang itu adalah penjahat atau buruk rupanya, seekor Anjing akan taat bersama sang majikannya sampai-sampai ia kehilangan naruli bebasnya.

Lain dari itu,  sang manusia pun banyak yang menjulurkan lidah dan hanya berharap kepada orang lain yang menurut pikirnya mampu memenuhi kebutuhannya,  hingga ia lupa kepada penciptanya sendiri.

Perubahan sikap itu terjadi karena ada beberapa faktor-faktor yang menuntunnya untuk bertingkah demikian. Misalnya, terjadi karena ada unsur pengabdian pada seseorang.

“Pengabdian” merupakan hal yang paling relevan untuk menuntun manusia bersifat tunduk dan patuh kepada Bos atau majikannya. “Pengabdian” yang seperti ini menurut penulis adalah bahasa lain dari perbudakan yang diperhaluskan, sehingga sebagai budak manusia akan selalu berupaya berbuat hal-hal aneh untuk menjadi lebih dimata sang majikan. Namun, poin ini berlaku hanya pada orang-orang yang tidak memiliki miskin karakter, dan tak mampu menggunakan nalarnya dalam berfikir.

Pada generasi kini juga tak terlepas dari kasus mencuatnya tabiat kebinatangan pada manusia.

Salah satu bukti kecil yang mereka tak sadari bahwa dewasa ini sudah tidak jarang kita temukan budaya berfoto selfi dengan menjulurkan lidahnya lalu dengan bangga membagikan fotonya ke medsos agar dilihat publik, atau mungkin tanpa sadar ia bahkan telah meniru seekor Anjing, hina bukan ?

suatu bentuk kekesalan terhadap manusia pun terkadang dilampiaskan dengan sebutan menirukan nama hewan, seperti kata Anjing,  Babi,  Monyet sudah menjadi bahasa ngetren di republik ini.  Apakah benar begitu?

Barangkali kita perlu mempertimbangkan kembali,  tentang bahasa (sebutan)  yang mulai ngetren itu.

Pada hakekatnya memang karakter atau prilaku manusia kerap kali mendekati konsep dan ulah seekor hewan. Maka untuk selamat dari karakter hewan atau sifat kebinatangan, kita hanya perlu memperbaiki sikap dan prilaku kita dalam menjalani hidup ini.  Mari kita senantiasa meriset minsed kita agar otak kita memiliki nalar yang efisien untuk menjaga komitmen kehidupan kita, tanpa mengurangi nilai dalam profesi kita masing-masing.

Mulailah hidup dengan tekad yang sesungguhnya, yaitu sebagai jiwa-jiwa yang bebas dan berakhlak mulia.(Anju Sinaga)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan